pagi ini aku menunggu mentari muncul, duduk manis dan mencoba membuka percakapan kecil dengan Mu.
dan aku juga berusaha untuk mengingat tiap jengkal untaian kata yang telah aku sampaikan padaMu semalam. iya. aku memulai bercerita tentang sesuatu hal yang mungkin akan aku tinggalkan sejak semalam.
semoga itu bukan penyesalan lagi yang aku buat, Tuhan.
dan diwaktu sepagi ini, aku coba untuk membuka obrolan lagi dengan Mu, untuk mengingat tentang kejadian semalam. yang aku lihat dengan mata kepalaku sendiri.
tuhan... terima kasih sudah membuka mataku. menenangkan jiwaku dari luka yang dibuat oleh manusia. terima kasih sudah menjaganya hingga sampai detik ini aku masih belajar untuk memperbaiki diriku, untuk seseorang yang nantinya sudah engkau persiapkan menjadi pendampingku kelak.
dan sepagi ini pun, aku memulai untuk berikrar padaMu, dan mencoba membuat perjanjian singkat dengan Mu. hanya engkau dan aku yang tahu percakapan kecil itu. perjanjian dan ikrarku dalam hati demi masa depanku.
semoga engkau tetap berkenan mendengarkan segala obrolan kecilku yang dengan malu-malu aku coba sedikit demi sedikit menceritakan kegundahan hatiku akhir-akhir ini.
aku menerka dan mencari tahu sendiri, jati diriku, kesalahanku, kebenaranku, dan kelemahanku. dan mungkin semalam adalah batasnya dan aku sudah terlalu lelah untuk mencarinya lagi...
semoga percakapan singkat semalam, Engkau masih bersedia tetap menuntunku kemanapun langkah yang aku pilih. hanya demi untuk masa depanku yang cerah dan panjang....
aku paling percaya akan rencanamu, Tuhan.
aku percaya akan skenario Indah dari Mu untukku...
maka, untuk sekarang, aku lebih memilih untuk terus belajar memantaskan diri. mencintai diriku sendiri, dan akan aku siapkan untuk pendampingku kelak...
dan disana akan adanya nama baru untuk rindu yang akan aku tuju,
nama baru yang akan aku selipkan disela percakapan Kita setiap harinya,
nama baru yang tidak akan menerangkapku didalam keadaan semu yang tak tersentuh ambang kebahagiaannya,
dan nama baru yang akan aku sandarkan seluruh perasaan bahagia dan kegundahan hidupku..
dan akan aku jaga ia, dan akan selalu aku hormati ia kelak...
dan aku percaya, rencana dan skenario mu akan indah suatu saat nanti....
kali ini, aku lepaskan perasaanku sejak percakapan kita semalam, Tuhan o:)
terima kasih....

0 komentar:
Posting Komentar