sebenarnya, aku sudah lupa bagaimana caranya untuk melantangkan kata "sayang" ke orang yang aku cintai.
sebenarnya sudah cukup lama juga aku sudah tak merasakan bagaimana rasanya dua tangan yang berasal dari dua orang yang berbeda, saling berpaut satu sama lain, saling menyematkan diantara jari jemari, dan kemudian rasa itu menjalar menuju ke hati. hangat!
dan aku juga sebenarnya sudah lupa, bagaimana rasanya ditelfon tengah malam, hanya untuk mendengarkan seseorang berkata kepadaku, "aku rindu kamu... aku sungguh sangat merindukanmu".
aku kira itu hal yang menyenangkan. mungkin untuk sebagian orang, hal konyol seperti itu sungguh sangat menganggu. tapi menurutku, hal tersebut sungguh menyenangkan. bagaimana tidak. orang yang kita cintai, merelakan waktu tidurnya tertunda hanya untuk mengatakan hal seperti itu? dibagian mananya hal tersebut bisa dibilang konyol ketika orang yang kita cintai mengatakan seperti itu, walau dalam keadaan tengah malam?
aku sebenarnya lupa bagaimana rasanya mengandeng tangan, berjalan dalam diam. dihadapan umum, aku mengandeng dengan manja, dengan seseorang yang aku cintai.. tanpa canggung, tanpa malu..
iya sebenarnya aku juga sangat lupa bagaimana rasanya tukar pendapat tentang suatu masalah yang bagi sebagian orang, jika dibahas pun, ya tak pantas juga untuk diperdebatkan.
contoh sederhananya saja, tentang dua orang yang berkelahi, apakah wajib kita melerainya, padahal kenal pun tidak pernah dengan kedua orang tersebut. seperti biasa, aku orang yang tak pernah mau mengalah. selalu keras kepala. disana lah letak kehangatannya. ada seseorang yang bersedia meluangkan waktunya untuk berdebat, membicarakan hal yang tak perlu untuk dibahas bersamaku. selalu dan selalu diselingi dengan kopi hangat, roti selai kacang, dan ditemani tawa lepas oleh orang yang selalu bersedia duduk dihadapanku...
sebenarnya juga, aku lupa. bagaimana rasanya di sapa pertama kali ketika matahari terbit, sampai terbenamnya sang fajar. dari ucapan "selamat pagi", sampai ucapan "selamat malam, selamat tidur", dari sang penuntu malamku ke alam mimpi, hingga aku ingin sekali merasa cepat-cepat menanti datangnya matahari kembali... mendengar sapa hangat nya kembali, seperti itu teruus.. secara berulang-ulang tanpa adanya rasa bosan... aku selalu menunggunya setiap hari...
aku sebenarnya sangat sangat sudah lupa.
lupa tentang semua perasaan nyaman itu. tentang semua perasaan rindu itu...
aku sebenarnya memang sudah lupa
atau aku memang berniat ingin sekali membuangnya jauh-jauh ?
Senin, 06 Oktober 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar